Kamis, 18 September 2014

Pertemuan Kedua

Haiiiiiiii☺☺☺☺☺☺


Hari ini saya akan memberikan materi pada tanggal 16 September 2014, yaitu tentang Metafisika dan Aksiologi. Pertama saya akan membahas mengenai Metafisika.

Metafisika 


Etimologis: meta ta physika = sesudah fisika. Aristoteles sendiri menyebut filsafat pertama (metafisika) dan filsafat kedua (fisika). Ada beragam arti dari metafisika yaitu:
  • Upaya mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan 
  • Usaha menyelidiki apa hakikat yang berada di balik realitas
  • Pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada    
Pembagian  metafisika yaitu : Metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus yg meliputi kosmologi, teologi metafisika, filsafat Antropologi.


Metafisika Umum (Ontologi)


Membahas segala seuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu. Ada 3 teori mengenangi ontologis:


  • Idealisme: Ada sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam indrawi hanyalah bayangan dari sesungguhnya. Tokoh-tokohya;
    •  Berkeley (1685-1753) satu-satunya realitas sesungguhannya ialah aku subjektif spiritual.


    •  I. Kant (1724-1804) objek pengalaman ialah yang ada dalam ruang dan waktu, penampilan dari yang tak punya eksistensi dan indepeden di luar pemikiran kita.

    • Hegel (1770-1831) segala sesuatu yang ada adalah satu bentuk dari satu pikiran.






  • Materialisme: menolak hal yang tidak keliahatan. Ada yang sesungguhnya adalah yang keberadaannya semata-mata material. Realitas ialah alam keberadaan. Tokoh-tokohnya adalah:
    • Leukippas dan Demokritos (460-370SM) realitas bukan hanya satu tapi banyak unsur yang tidak dapat dibagi (atom).


Demokritos


Leukippos
    •  Hobbes (1588-1679) seluruh realitas ialah menteri yang tak bergantung pada pikiran kita.


    •  L. A. Feuerbach (1804-1872) material adalah realitas sesungguhnya, manusia bagian dari alam materi itu. 


  • Dualisme: tipe fundametal substansi adalah materi (secara fisis) dan mental (tidak kelihatan secara fesis). Harus dibedakan dengan monisme dan pluralisme (teori tentang jumlah substansi)




Metafisika Khusus ( Teologi Metafisik)


Kosmologi: ( kosmos=dunia/ketertiban, logos=kata, ilmu) percakapan tentang alam/ketertiban paling fundamental dari seluruh realitas. Argumen kosmologis: setiap akibat pasti punya sebab. Dunia (kosmos) adalah akibat. Penyebab adanya dunia ialah Tuhan 
  • David Hume: Tidak ada bukti yang benar-benar valid yang membuktikan Allah ada Hume menolak Allah dan kebenaran agama.
  • Feuerbach: Religi tercipta oleh hakekat manusia sendiri, yakni egoisme. Allah adalah gambaran keinginan manusia. Allah tak lain dari apa yang diinginkan manusia.
  • F. Nietzche: Konsep Allah dalam agama Kristen adalah buruk, karena Allah dianggap sebagai Allah yang lemah. Berkesimpulan bahwa Allah itu sudah mati.
  • Sigmund Freud: Tiga fungsi Allah yang utamma yaitu
  1. Penguasa Alam.
  2. Agama mendamaikan manusia dengan nasib yang mengerikan.
  3. Allah menjaga agar ketentuan budaya dilaksanakan. 


Jadi kesimpulannya Metafisika adalah memahami dan mpelajari segala sesuatu penyebab sehinggal hal tersebut menjadi ada, dimana di dalamnya menjelaskan studi keberadaan atau realitas.




Aksiologi


Aksiologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu axios dam logos. Axios artinya nilai dan logos artinya ilmu. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempertanyakan tentang manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi ialah kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya etika, dan aksiologi merumuskan teori konsisten mengenai perilaku etis. Nilai-nilai yang dimaksud dalam aksiologi adalah suatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai.

Fakta dan Nilai

  • Aksiolog membedakan "yang ada" dengan nilai, membedakan fakta dan nilai.
  • Fakta  adalah sesuatu yang nyata dan terdapat bukti dan telah menjadi suatu kejadian. Nilai adalah sebagai sesuatu yang memikat atau mengimbau kita.
  • Nilai berperan dalam suasana apresiasi, sedangkan fakta ditemui dalam konteks deskripsi.
  • Macam-macam nilai: nilai ekonomis dan nilai estesis.

Nilai Moral

Setiap nilai pasti memiliki bobot moral bila diikutsertakan dalam tingkah laku moral. Contoh kejujuran sebagai nilai moral akan menjadi kosong, apabila tidak diikutsertakan dengan nilai lain seperti nilai ekonomis. Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa untuk menerimanya, walaupun bertentangan dengan hasrat kecenderungan dan kepentingan pribadi kita.


Pembagian Aksiolgi.


Aksiologi dibagi menjadi 2 bagian yaitu 



  • Etika (filsafat etika)
  • Estetika (filsafat keindahan)


Etika

  • mengenai prinsip-prisip yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia. Contohnya tindakan yang membedakan benar salah menurut moral.
  • etika sebagai filsafat yang membuat pendapat, norma dan istilah norma.
  • etika sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.

Estetika

  • mengenai prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas beentuk seni, yang mengkaji apa tujuan seni, apa peranan rasa dalam pertimbangan estetika.
  • estetika nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena sekelilingnya.

Obyektivitas dan Subyektivitas Nilai 


Nilai dikatakan obyektif apabila nilai tidak tergantung pada subyek atau kesadaran yang menilai. Kebenaran tidak tergantung pada pendapat individu melaikan pada obyektivitas fakta.
Nilai dikatan subyektif apabila subyek berperan dalam memberikan penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak ukurnya. Nilai subyektif selalu memperhatikan pandangan yang dimiliki akal budi manusia seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka.

Peranan Nilai Bagi Kita 

  1. Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia. 
  2. Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan.
  3. Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
  4. Memperkuat identitas kita sebagai manusia.

Jadi kesimpulannya aksiologi adalah ilmu pengetahuan bagi manusia. Ilmu pengetahuan menghasilkan teknologi yang terapkan didalam kehidupan manusia, dan teknologi tersebut dapat bengkembang menjadi sesuatu yang bermanfaat  atau tidak.

Sumber: Power point dosen dan google

Sekian dulu yaaa dari materi ini apa bila ada salah kata atau teori yang salah tolong dimaafkan atau boleh diberi komentarnya yaa.... Terimakasihhh




  











11 komentar: