Jumat, 19 September 2014

Pertemuan Ketiga

Halooooo semuanya☺☺☺☺

Hari ini saya akan membahas mengenai materi Epistemologi dan Kebeneran pada tanggal 18 agustus 2014. Pada hari ini metode pembelajaran sangat seru karena kita setelah penjelasan materi kita diajak untuk berdebat. Debatnya terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama saat sebelum istirahat tema debat yaitu kita lebih pro ke Pilkada langsung atau tidak langsung.  Perdebatan sangat seru semua perwakilan masing-masing saling mempertahankan prinsip mereka. Lalu yang sesi kedua sebelum kita pulang temanya adalah kita lebih pro ke Pergaulann Bebas atau tidak. Disini perdebatan sangat meriah tim cewe memilih kontra dan tim pria milih pro. Mereka saling beradu argumen dan teman-teman yang ada yang ikut membantu agar semakin seru. 

Okeee sekarang saya akan menjelaskan tentang Epistemologi terlebih dahulu.


Epistemologi
Epistemologi dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu)  adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan:
1.     Asal
2.      Sifat
3.      Karakter
4.      Jenis pengetahuan


Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, contohnya: apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan.
Jadi Epistemologi berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya;
·          metode induktif,
·           metode deduktif,
·          metode positivisme,
·          metode kontemplatis
·          dan metode dialektis.



 Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan

Empiris
Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman.


John Locke, bapak empirisme Britania, mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa),dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman inderawi. Menurut Ia, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana tersebut.

Rasionalis
Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide kita, dan bukannya di dalam diri barang sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna maka kebenaran hanya dapat ada di dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh dengan akal budi saja.  Tokohnya adalah Rene Descartes. 

Fenomenalisme
Fenomenalisme adalah cara untuk memperoleh suatu ilmu dengan menggali pengetahuan dari gejala-gejala yang tampak yang dapat diamati oleh indra. Tokohnya adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran.


Sifat Epistemologi
  • Secara Kritis
    • mempertanyakan atau menguji cara kerja,pendekatan, kesimpulan yg ditarik dalam kegiatan kognitif manusia.
  • Secara Normatif
    • menentukan tolok ukur atau norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
  • Secara Evaluatif 
    • menilai apakah suatu keyakinan,pendapat suatu teori pengetahuan dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.



 Teori Kebenaran dalam Ilmu Pengetahuan
  • Teori Kebenaran Korespondesi = Kebenaran akan terjadi apabila subjek  yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya dan bersifat subyektif. 
  •  Teori Kebenaran Koherensi = Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek dan bersifat objekti
  •  Teori Kebenaran Pragmatik = Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya.
  •  Teori Kebenaran Konsensus = Kebenaran konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai  alasan tertentu.
  •  Teori Kebenaran Sematik = Kebenaran semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata.

Jadi kesimpulannya  Sifat Epistemologi = kritis,normatif dan evaluatif dapat melekat pada proses kegiatan kognitif ilmuwan, tolok ukur kebenaran (sesuai teori kebenaran) yang dipertanggungjawabkan secara logis pada IP & kegiatan ilmiah.




Kebenaran
Secara umum kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Suatu pengetahuan atau pernyataan di sebut benar jika sesuai dengan kenyataan. Lawan dari kebenaran adalah salah. Kata Yunani untuk kebenaran adalah alètheia. Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologis.

Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran faktual dan kebenaran nalar.
  1. Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia (yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya secara inderawi). Contohya bumi bulat sebagai pernyataan yang memiliki kebenaran faktual atau tidak, pada prinsipnya harus bisa diuji kebenarannya berdasarkan pengamatan inderawi. 
  2. Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengatahuan yang benar tentang dunia ini.

Menurut Thomas Aquinas, maka kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) = kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui. Contohnya kebenaran adanya Tuhan.
  2. Kebenaran Logis (Veritas Logica) = kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan. 


Kesahihan dan Kekeliruan

Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut. Kekeliruan muncul akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti yang tepat, menganggap bukti sudah mencukupi padahal belum atau sebaliknya menganggap bukti belum cukup padahal sudah. 
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan misalnya:
  1. Sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses  kegiatan mengetahui.
  2. Sikap takut salah yang keterlaluan atau sebaliknya sikap terlalu gegabah dalam melangkah.
  3. Kerancuan atau kebingungan akibat emosi, frustasi, perasaan yang entah mengganggu konsentrasi  atau membuat kurang terbuka terhadap bukti-bukti yang tersedia.
  4. Prasangka baik individu maupun sosial.
  5. Keliru dalam penalaran atau tidak mematuhi aturan-aturan logika.


Sumber: Power point dosen dan google

Sekian dari materi ini apa bila ada salah-salah mohon di maafkan ini adalah sebagian kecil yang saya jelaskan. Ditunggu komentarnya yaaa TerimaKasih.Sekian dari materi ini apa bila ada salah-salah mohon di maafkan ini adalah sebagian kecil yang saya jelaskan. Ditunggu komentarnya yaaa TerimaKasih.





18 komentar:

  1. Ini menarik + ad foto orang nya bikin pejelasan nya tambah jelas... mantapppp!!!!

    BalasHapus
  2. wow rapi banget ini blog lu tasya hahaha gua kasih nilai 84 ya :)

    BalasHapus
  3. Wah penjelasannya lengkap ! Bagus nih untuk dibaca dan dimengerti !

    BalasHapus
  4. bagus postingnya enak dibaca juga :)
    88

    BalasHapus
  5. bagus postingnya banyak gambar menarik sekali 94yaa

    BalasHapus
  6. tingkatkan aktivitas blognya yaaa90 nilainya

    BalasHapus
  7. gambar latar belakang kereen... unyu unyu... nilai 88 buat kamu yah.. hehehehe

    BalasHapus
  8. semangat terus yah ngeblognya.. 90 untuk kamu :D

    BalasHapus
  9. Wah blognya rapih dan enak dibaca, 100 yaa

    BalasHapus