Hari ini saya akan membahas
mengenai materi Epistemologi dan Kebeneran pada tanggal 18 agustus 2014. Pada
hari ini metode pembelajaran sangat seru karena kita setelah penjelasan materi
kita diajak untuk berdebat. Debatnya terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama saat
sebelum istirahat tema debat yaitu kita
lebih pro ke Pilkada langsung atau tidak langsung. Perdebatan sangat seru semua
perwakilan masing-masing saling mempertahankan prinsip mereka. Lalu yang sesi
kedua sebelum kita pulang temanya adalah kita
lebih pro ke Pergaulann Bebas atau tidak. Disini perdebatan sangat
meriah tim cewe memilih kontra dan tim pria milih pro. Mereka saling beradu
argumen dan teman-teman yang ada yang ikut membantu agar semakin seru.
Okeee sekarang saya akan
menjelaskan tentang Epistemologi terlebih dahulu.
Epistemologi
Epistemologi dari bahasa
Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu)
adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan:
1.
Asal
2.
Sifat
3.
Karakter
4.
Jenis pengetahuan
Topik ini termasuk salah
satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat,
contohnya: apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, serta hubungannya
dengan kebenaran dan keyakinan.
Jadi Epistemologi berhubungan
dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya
serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki
oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan
panca indera dengan berbagai metode, diantaranya;
·
metode induktif,
·
metode deduktif,
·
metode
positivisme,
·
metode
kontemplatis
·
dan metode
dialektis.
Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan
Empiris
Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman.
John Locke, bapak empirisme Britania, mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa),dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman inderawi. Menurut Ia, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana tersebut.
Rasionalis
Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide kita, dan bukannya di dalam diri barang sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna maka kebenaran hanya dapat ada di dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh dengan akal budi saja. Tokohnya adalah Rene Descartes.
Fenomenalisme
Fenomenalisme adalah cara untuk memperoleh suatu ilmu dengan menggali pengetahuan dari gejala-gejala yang tampak yang dapat diamati oleh indra. Tokohnya adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran.
Sifat
Epistemologi
- Secara Kritis
- mempertanyakan
atau menguji cara kerja,pendekatan, kesimpulan yg ditarik dalam kegiatan
kognitif manusia.
- Secara Normatif
- menentukan
tolok ukur atau norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan.
- Secara
Evaluatif
- menilai apakah
suatu keyakinan,pendapat suatu teori pengetahuan dapat
dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.
Teori
Kebenaran dalam Ilmu Pengetahuan
- Teori Kebenaran Korespondesi = Kebenaran akan terjadi apabila subjek yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya dan bersifat subyektif.
- Teori Kebenaran Koherensi = Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek dan bersifat objekti
- Teori Kebenaran Pragmatik = Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya.
- Teori Kebenaran Konsensus = Kebenaran konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai alasan tertentu.
- Teori Kebenaran Sematik = Kebenaran semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata.
Jadi kesimpulannya Sifat Epistemologi = kritis,normatif dan evaluatif dapat melekat pada proses kegiatan kognitif ilmuwan, tolok ukur kebenaran (sesuai teori kebenaran) yang dipertanggungjawabkan secara logis pada IP & kegiatan ilmiah.
Kebenaran
Secara umum kebenaran
biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau
dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. Suatu pengetahuan atau
pernyataan di sebut benar jika sesuai dengan kenyataan. Lawan dari
kebenaran adalah salah. Kata Yunani untuk kebenaran adalah alètheia. Kebenaran
sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologis.
Menurut
kaum Positivisme Logis bahwa
kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran faktual dan kebenaran nalar.
- Kebenaran
faktual adalah
kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana
dialami manusia (yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya secara
inderawi). Contohya bumi bulat sebagai pernyataan yang memiliki kebenaran
faktual atau tidak, pada prinsipnya harus bisa diuji kebenarannya
berdasarkan pengamatan inderawi.
- Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengatahuan yang benar tentang dunia ini.
Menurut
Thomas Aquinas, maka kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Kebenaran
Ontologis (Veritas
Ontologica) = kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah
spritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui.
Contohnya kebenaran adanya Tuhan.
- Kebenaran Logis (Veritas Logica) = kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan.
Kesahihan dan Kekeliruan
Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut. Kekeliruan muncul akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti yang tepat, menganggap bukti sudah mencukupi padahal belum atau sebaliknya menganggap bukti belum cukup padahal sudah.Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan misalnya:
- Sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses kegiatan mengetahui.
- Sikap takut salah yang keterlaluan atau sebaliknya sikap terlalu gegabah dalam melangkah.
- Kerancuan atau kebingungan akibat emosi, frustasi, perasaan yang entah mengganggu konsentrasi atau membuat kurang terbuka terhadap bukti-bukti yang tersedia.
- Prasangka baik individu maupun sosial.
- Keliru dalam penalaran atau tidak mematuhi aturan-aturan logika.
Sumber: Power point dosen dan google
Sekian dari materi ini apa bila ada salah-salah mohon di maafkan ini adalah sebagian kecil yang saya jelaskan. Ditunggu komentarnya yaaa TerimaKasih. Sekian dari materi ini apa bila ada salah-salah mohon di
maafkan ini adalah sebagian kecil yang saya jelaskan. Ditunggu komentarnya
yaaa TerimaKasih.
Sekian dari materi ini apa bila ada salah-salah mohon di maafkan ini adalah sebagian kecil yang saya jelaskan. Ditunggu komentarnya yaaa TerimaKasih.



.jpg)
Ini menarik + ad foto orang nya bikin pejelasan nya tambah jelas... mantapppp!!!!
BalasHapusmakasih yaa rubyy:)
Hapuswow rapi banget ini blog lu tasya hahaha gua kasih nilai 84 ya :)
BalasHapusmakasih yaa jeanny:)
HapusWah penjelasannya lengkap ! Bagus nih untuk dibaca dan dimengerti !
BalasHapusmakasih yaa benard:)
Hapusbagus postingnya enak dibaca juga :)
BalasHapus88
makasih yaa niko:)
Hapusbagus postingnya banyak gambar menarik sekali 94yaa
BalasHapusmakasih yaa unggul:)
Hapustingkatkan aktivitas blognya yaaa90 nilainya
BalasHapusmakasih yaa hana:)
Hapusgambar latar belakang kereen... unyu unyu... nilai 88 buat kamu yah.. hehehehe
BalasHapusmakasih yaa pietra:)
Hapussemangat terus yah ngeblognya.. 90 untuk kamu :D
BalasHapusmakasih yaa fransisca:)
Hapussemangatyaaa blognyaaa 96
BalasHapusWah blognya rapih dan enak dibaca, 100 yaa
BalasHapus