Hari Kamis tanggal 2
Oktober 2014 Fakultas Psikologi mengadakan acara field trip ke Kampung Betawi
yang berada di daerah Jakarta Selatan. Pertama kita kumpul di Universitar
Tarumanagara jam 06:45 tetapi masih banyak yang telat, disana kita diberi
pembekalan dulu istilahnya kuliah singkat karena memang sangat cepat karena
kita mengejar waktu takut diperjalanan macet. Tujuan kita ke sana
adalah untuk mengetahui mengenai sini dan kebudayaan Betawi lebih banyak lagi.
Sesampai disana kita
berkumpul lagi dengan para dosen mengenai apa yang kita lakukan di sana dan
pukul berapa kita harus selesai. Lalu kita makan siang dahulu. Setelah itu
proses mengerjakan tugas dimulai.
Pertama-tama kita
menginterview Bapak Iyan yang berumur 30 tahun dia adalah seorang penjaga
permainan perahu bebek. Pak Iyan ini sudah bekerja selama 6tahun. Keuntungan
yang didapat lumayan banyak apalagi kalau hari libur karena di Kampung Betawi
banyak pengunjug yang datang. Kesulitan yang di hadapinya masalah cuaca hujan
dan angin yang kencang. Sebelumnya Pak Iyan ini pernah juga bekerja di bengkel.
Pak Iyan juga mempunyai niat untuk pindah pekerjaan Ia ingin membuka usaha
kuliner, tetapi karena sudah nyaman jadi Ia mengurungkan niatnya, Menurut Pak Iyan
dampak dari modernisasi ke pekerjaannya tidak ada karena pengunjungnya
kebanyakan anak-anak mereka tetap ingin bermain wahana perahu bebek. Berikut
ini foto-fotonya:
 |
Dessy yang sedang menginterview Pak Iyan.
|
 |
| Permainan Perahu Bebek. |
Kedua kita
menginterview Pak Anwar, berumur 42 tahun. Pak Anwar adalah seorang penjual es
doger dan sudah berjualan selama 4 tahun. Sebelumnya Pak Anwar adalah seorang
penjual nasi goreng karena kalau jualan nasi goreng harus di malam dan itu
merepotkan jadi lebih enak berjualan es doger di siang hari. Penghasilan Pak
Anwar setiap harinya tidak menentu tergantung cuaca juga kalau cuaca hujan
pasti jarang ada yang membeli es doger. Dampak terhadap moderinisasinya tidak
terlalu berpengaruh karena es doger adalah es zaman dahulu tapi banyak
orang juga yang masih mencari es doger dan banyak juga yang suka dengan es
doger ini. Berikut foto-fotonya:
 |
| Foto bersama Pak Anwar. |
 |
| Pak Anwar sedang membuat es doger. |
Ketiga kita menginterview Pak Sincan yang berumur 25 tahun. Pak Sincan sudah
mempunyai pengalaman berjualan dari kecil karena ikut orang tuanya berjualan.
Pak Sincan tinggal di daerah Kampung Betawi. Suka dukanya Pak Sincan selama
berjualan adalah sedih kalau hujan jadi tidak bisa berjualan dan juga pernah di
usir sama Petugas Satpol PP, senangnya kayak kita-kita ini (para mahasiswa atau
siswa-siswi) dateng untuk interview jadi bisa eksis dikit, biar terkenal
hahaha. Dulu pernah bekerja di kantoran jadi office boy tetapi tidak cocok
karena tidak kuat dengan AC. Penghasilan Pak Sincan cukup bisa untuk membiayayi
ini. Pak Sincan ini juga ingin melestarikan kuliner kerak telor. Dampak
modernisasinya juga tidak ada karena kalau masalah perut tidak ada yang bisa tahan,
dan banyak juga yang masih mencari kerak telor. Pak Sincan mempunyai pengalaman
menarik yaitu pernah berjualan di Istana Negara waktu menemani ayahnya
berjualan. Bapak Presiden Soeharto pernah berhenti di pinggir jalan untuk
membeli kerak telornya di daerah mampang. Berikut foto-fotonya:
 |
| Foto Bareng Pak Sincan. |
 |
Foto Bareng Pak Sincan.
|
Kempat ada Tika murid
kelas 3 SMA yang berumur 17tahun, ia adalah seorang penari sanggar tari di
Kampung Betawi. Tika sudah menari sejak kelas 5 SD. Tika sangat menyukai tari
tradisional khususnya Tari Betawi, Tika ingin melestarikan Tari Betawi ini. Ada
beberapa foto saat Tika sedang mengajarkan tari kedapan siswa SMP yang sedang
berkunjung dan kita ikut mencoba menari betawi juga:
 |
| foto bersama Tika. |
 |
| foto bersama Tika. |
Saat Tika mengajarakan tari Betawi.
|
| Kelima ada Ibu Hj.
Oni yang berumur 50tahun, Ibu Oni menjual Batik selama 2 tahun. Ibu Oni tinggal
di daerah Tanggerang Selatan. Ibu Oni memulai bekerja dari ide anaknya yang
ingin melestarikan batik betawi. Batik printing kisaran harga Rp 50.000 sampai
Rp 150.000, batik cat antara Rp 150.000 sampai Rp300.000, dan batik tulis dari
Rp 300.000 sampai Rp 2.000.000. |
 |
Ibu Hj. Oni
|
 |
Batik Betawi.
|
 |
Foto bersama Ibu Hj. Oni.
|
Terakhir kita
menginterview Pak Siswanto adalah ketua pelatihan olahraga militer selama 33
tahun dan Pak Musa adalah tim kesehatan marinir selama 21 tahun.
Pengalaman yang sangat menarik bisa berbincang-bincang dengan bapak militer
ini.
Itu tadi hasil dari perjalanan field trip dari kelompok Sforzo. Banyak juga foto-foto kelompok kita dan juga foto-foto bersama dengan para Dosen. Senang sekali rasanya bisa ke Kampung Betawi ini.
 |
Sforzo.
|
 |
| Bersama Pak Carolus. |
 |
| Sforzo. |
 |
| Bersama ondel-ondel. |
 |
| Bersama Para Marinir Angkatan Laut. |
 |
| Bersama Pak Mika, Pak Agus, dan Pak Raja. |
 |
| Bersama Pak Mika, Pak Agus, dan Pak Raja. |
 |
| Bersama Pak Carolus. |
keren tasya!!! nilainya 98 yaaa!!!:D
BalasHapusmakasih johanaaa:)
Hapusbagus bgt sya! fto gue bnyak lagihh.. nilainya 100!! wkwkwk
BalasHapusmakasih dessssyyy
Hapuswah bagus nih tasyaaaa ada foto aku nyaaaa aku kasih nilai 100 yaaa ^^
BalasHapusmakasih audyyy
HapusSemua post blognya lengkap banget! Dan kompak banget kelompok SFROZO ini. Nilainya 100!!! :)))
BalasHapusmakasih keziaaaa
Hapusnice posting nilainya 100 yaaa
BalasHapusmakasih unggul^^,
Hapus