Senin, 06 Oktober 2014

Filsafat Psikologi

Materi hari Senin tanggal 10 Oktober 2014





Tokoh awal psikologi:
  • Sang pendiri psikologi, Wilhelm Wundt (1832-1920) yang mendirikan laboraturium psikologi pertama di dunia adalah seorang ketua bagian filsafat di Universitas Leipzig Jerman. Lalu Wundt dan pengikutnya mengembangkan aliran strukturalisme dalam psikologi
  • Sementara William James (1842-1910) berpendapat bahwa kesadaran manusia itu bersifat unik, pribadi dan berubah-ubah. Dengan fungsionalismenya, James berpendapat psikologi harus meneliti secara mendalam bagaimana proses mental manusia itu berfungsi.
  • John Watson dengan aliran behaviorisme berpendapat bahwa psikologi seharusnya mempelajari kejadian-kejadian yang terjadi di sekeliling dan perilaku yang dapat diamati.

Filsafat dan Konseling
  1. Esesnsialisme: ada 3 aspek dalam kelompok ini, yakni: rasionalisme, idealisme, dan realisme. Filsafat esensialitik menerima asumsi bahwa manusia adalah makhluk satu-satunya didunia ini yang memiliki akal dan karena itu fungsi utama mempergunakan akal adalah untuk mengetahui dunianya dimana ia hidup.
  2. Progresivisme: muncul sebagai akibat dari melunturnya kepercayaan terhadap konsep-konsep yang absolut. Para ahli tidak lagi terlalu menitikberatkan pada teori, atau teori umum tentang pengetahuan.
  3. Eksistensialisme: konsep dasarnya sebagai kelompok kegita menurut Blocher adalah kerinduan manusia untuk mencari sesuatu yang penting, sesuatu yang bermakna dalam dirinya.
   
Latar Belakang Psikologi 
Aristoteles
Aristoteles membagi ilmu pengetahuan teoritis atas fisika, matematika, dan metafisika, maka dalam psikologi sebenarnya bukan merupakan cabang ilmu pengetahuan tersendiri, melainkan terhitung dalam fisika. Psikologi secara khusus menyelidiki sgolongan makhluk-makhluk fisis, yaitu makhluk-makhluk yang mempunyai jiwa (psyke).

Etika dan Psikologi 


Etika disini adalah ilmu tentang moral. Moral itu sendiri berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan baik dan buruk. Di dalam praktek ilmiah, para ilmuan membutuhkan etika sebagai panduan, sehingga penelitiannya tidak melanggar nilai-nilai moral dasar, seperti kebebasan dan hak-hak asasi manusia.

Jiwa dan Badan 
Bagi Aristoteles jiwa memiliki arti yang luas. Jiwa sebagai prinsip hidup, sebagaimana yang dikemukakan oleh Plato. MeskipunAristoteles menolak ajaran Plato tentang dualisme. Aristoteles menganut ajaran pra-eksistensi jiwa dan berpendapat bahwa jiwa akan hidup sesudah kematian. Dalam De Anima Aristoteles berpendapan yang matang tentang psikologi yakni bahwa jiwa dan badan sebagai dua aspek yang menyangkut satu substansi.

Pengenalan Inderawi dan Rasional
  • Pengenalan Inderawi itu tidak lain daripada peralihan dari potensi ke aktus. Mengenal dengan indera bahwa organ indera yang sudah secara pontensial mempunyai kualitas bersangkutan, sekarang mendapat kualitas itu secara aktual.
  • Pengenalan Rasional tidak membatasi pada suatu aspek saja. Tidak hanya melihat warna-warni dan mendengar segala buny dalam kenyataan. Tetapi rasio dapat menangkap sesuatu yang lebih, yakni segala sesuatu yang ada.
Yunani Kuno 

Pemikiran Yunani adalah yang pertama berusaha menjelaskan "asal muasal" segala sesuatu dengan melihat ke alam, bukan dewa-dewa atau mitologi.





Oriental Naturalistik


  • Kehidupan dan benda fisik tidaklah bisa dipisahkan. Jadi penjelasan mengenai kehidupan bisa dicari di benda-benda fisik tadi.
  • Tokoh-tokoh:
    • Thales = dasar kehidupan adalah AIR
    • Anaximander = dasar kehidupan adalah "ruang"
    • Anaximenes = dasar kehidupan adalah UDARA
    • Democritus = dasar kehidupan adalah ATOM
    • Heraclitus = dasar kehidupan adalah API
    • Parmenides  = yang sejati itu yang tetap
  • Oriental Biologik 
  • Menjelaskan kehidupan kita harus melihat ke dalam manusia.
  • Tokoh-tokoh:
    • Alcmaeon = konsep equilibrium
    • Hippocrates = teori tentang "humor" 
    • Empedocles = love vs strife 
Oriental Matematik
  • Berusaha menemukan "prinsip umum" yang ada di balik kehidupan atau alam.
  • Tokoh-tokoh:
  • Pythagoras
      • Realitas yang kita persepsi sifatnya semu
      • Realitas yang "sejati" adalah prinsip yang melandasi hal yang kita persepsi tadi
      • Konsep "immortal entity" yang menjadi sumber kehidupan 

Oriental Eklektik
  • Sifat orientasi : praktis, operasional. Dipelopori kaum SOFIS
  • Tokoh-tokoh:
    • Protagoras
      • untuk mencari dasar kehidupan carilah di kegiatan yang dilakukan makhluk hidup
      • jika ada yang mencari selain di atas, perlu diwaspadai --- SKEPTIK 
    • Gorgias 
      • yang tidak bisa ditangkap oleh indera sensoris = tidak ada
      • sumber pengetahuan satu-satunya adalah indera sensoris kita.
Plato

  •   Mengemukakan teori tentang IDEAS atau FORMS  
  • Menganggap tubuh terpisah dari roh 
  • Tubuh dipandang lebih rendah oleh Plato maka perlu ada struktur sosial supaya manusia tidak saling merugikan.

Socrates
  • Tadinya belajar ilmu alam lalu beralih mempelajari manusia (sensasi dan persepsi)
  • Kehidupan bisa dipahami kalau kita melihat pada keunikan individu 
  • Bagi Socrates pengetahuan itu kebaikan, dan kebodohan itu jahat
Aristoteles
  • Murid Plato
  • Memiliki data riset yang sangat banyak
  • Berpendapat bahwa
    • Alam itu teratur
    • Keteraturan itu berfungsi sebagai panduan untuk mencapai tujuan tertentu
  • Metode : Logika (induktif dan deduktif)
Romawi 

  • Filosofi Romawi tidak tersusun secara komprehensif seperti filosofi Yunani
  • Lebih tampak seperti manual bagaimana bertingkah laku yang baik atau sesuai moral



Stoicism
Didasarkan pada ajaran filsuf Yunani bernama Zeno. Badan dan roh dianggap terpisah. Nasib manusia sudah ditentukan.

Epicureanism
Didasarkan pada ajaran filsuf Yunani bernama Epicurus. Tujuann hidup adalah kebahagiaan. Roh adalah bagian material dari badan. 


 Neo-Platonism
Tokohnya adalah Plotinus. Setiap makhluk punya ros yang menentukan arah perkembangannya. Manusia bisa berkomunikasi dengan roh universal lewat ide-ide.

Tokoh-tokoh Gereja
  • St. Augustine
    • Manusia punya dorongan baik dan dorongan jahat
    • Dorongan Jahat harus ditekan dengan cara menimbulkan rasa takut
    • Jiwa itu terdiri dari fakultas-fakultas
  • St. Thomas Aquinas
    • Tidak setuju dengan pandangan yang menyamakan jiwa dengan roh karena pandangan ini membuat agama dan ilmu pengetahuan bertentangan
    • Agama mencari kebenaran di akhirat
    • Science mencari kebenaran di alam, lewat pengamatan empiris
Renaissance
  • Francis Bacon
    • Menggap bahwa selama ini metode induktif terbaikan  
    •  Padahal hanya dengan metode itu kita bisa sampai ke pengetahuan yang objektif
    • Dengan demikian metode sains seharusnya difokuskan pada metode induktif
  •  Rene Descartes
    •  Bagi Descartes, satu-satujya hal yang pasti bagi kita adlah fakta bahwa kita menyadari keberadaan diri kita 
    • Menganggap bahwa sensasi panca indera adalah sumber info yang akurat 


  •  Thomas Hobbes
    • Mengemukakam teori mekanis 
    • Membedakan dasar dan tujuan dari tingkah laku 
    • Tujuan perilaku memenuhi kepentingan diri sendiri karena manusia pada dasarnya selfish




Asosianisme Lama



  • James Mill
    • Membedakan sensation dengan idea
    • Sensation adalah hasil kontak langsung indera manusia dengan ransangan dari luar
    • Idea adlah semacam fotokopi dari sensasi timbulnya di dalam ingatan 





  • John Stuart Mill
    • Putra James Mill
    • Baru berani mengemukakan ide yang berbeda dari sang ayah setelah ia meninggal 
    • Contoh:
      • Ide lebih penting daripada sensasi

Ilmu-ilmu Semu (Pseudosciences)
  • Phrenologi
    • Franz Joseph Gall
    • Menyatakan bahwa iwa terbagi ke dalam 42 fakultas
    • Dengan meraba tengkorak kita bisa tahu fakultas mana yang menonjol pada individu.




  • Physiognomi
    • Cesare Lombrosso = kepribadian bisa dibedakan menurut raut muka 
    • Ernst Kretschmer dan W.H. Sheldon = kepribadian bisa dibedakan menurut bentuk atau tipe tubuh 

  • Mesmerisme 

    • Franz Anton Mesmer = dalam diri seseorang terdapat cairan yang berdaya magnit yang bisa digunakan untuk menyembuhkan orang 





Ilmu Faal


  • Sir Charles Bell 
    • Di dalam tubuh ada 2 macam saraf : sensoris dan motoris
    • Mempelopori studi tentang indera pengecap
  • Francois Magendie
    • Secara terpisah menemukan saraf sensoris  dan motoris
    • Menemukan saraf majemuk
    • The law of forward direction
  • Marshal Hall 
    • Banyak mengemukakan hal yang sama dengan J.P Muller 
  • Johannes Peter Muller
    • Hukum energi spesifik : pada suatu indera hanya bisa terdeteksi satu jenis rangsang saja
  • Paul Broca 
    • Menemukan lokasi di otak yang mengatur bicara(speech) 
    • Jika terganggu pada pusat Broca maka individu akan mengalama aphasia
  • Gustav Theodor F.
    • Menyamakan jiwa dengan badan
    • Mengemukakan konsep JND
  • Herman Ludwig Ferdinand von Helmholtz
    • Menggap ilmu psikologi adalah bagian dari ilmu faal dan ilmu faal bagian dari ilmu alam
  • Sir francis Galton 
    • Salah seorang pelopor psikometri
  • Emil Kraepelin
    • Terkenal karena penggolongannya terhadap penyakit jiwa

Elementisme atau Struktualisme
  • Wilhelm Wundt 
    • Sebenarnya Wundt bukan struktualis murni, sistematika psikologinya berubah-ubah dari waktu ke waktu
  • E.B Titchener
    • Murid Wundt
    • Memperkenalkan strukturalisme di AS


Aliran Wurzburg
  • Oswald Kulpe
    • Pernah menjadi asisten Wundt
    • Tahun 1896 mendirikan lab di Wurzburg
    • Meletakkan dasar studi tentang proses berfikir

Psikologi Ganzheit
  • Karl Buhler
    • Salah satu pendukung aliran Wurzburg 
    • Menentang elementisme Wundt
    • Psikologi dipelajari secara HOLISTIK

Fungsionalisme
  • Dipelopori William James
    • Tujuan menjelaskan jiwa berdasarkan fungsinya
    • Metode: intropeksi, eksperimen, observasi tingkah laku
  • John Dewey
    • Kelompok chicago
    • Teori dan metode learning by doing
    • Segala pemikiran dan perbuatan pasti bertujuan 
  • James McKeen Cattell
    • Kelompok Columbia
    • Fungsionalisme tidak dualistis, manusia harus dilihat sebagai satu kesatuan utuh
  • Edward Lee Thorndike
    • Kelompok Columbia
    • The law of effect
    • The law of Exercise

Behaviorisme
  • Ivan Petrovich Pavlov
    • Bukan Psikolog, tapi ahli ilmu faal
    • Classical conditioning
  • John B. Watson
    • Pendiri behaviorisme di AS
    • Menganggap metode introspeksi tidak ilmiah 
  • Edward Chase Tolman
    • Konsep tingkah laku molar dan molekular
    • Tingkah laku yang bertujuan adalah molar
  • B.F Skinner
    • Tidak setuju dengan Tolman 
    • Konsep operant conditioning


Teori Konvergensi 
  • William Louis Stern
    • Menganggap bahwa teori yang berbeda sebenarnya bisa saling melengkapi 
    • Tokoh applied psychology
    • Menemukan konsep I.Q

Psikologi Gestalt
  • Pelopornya Max Wertheimer
  • Arti Gestalt bisa bermacam-macam = form; shape; peristiwa, hakikat
    • Franz Brentano
      • Pelopor psikologi fenomenologi
      • Mengkritik pandangan struktualisme 
    • Christian Von Ehrenfels
      • Dipengaruhi Brentano
      • Yang memicu timbulnya aliran gestalt
      • Yang penting komposisinya bukan notnya
      • Konsep emergent
    • Max Wetheirmer
      • Eksperimen gerakan stroboskopik
      • Banyak menggagas ide-ide dalam psikologi gestalt
    • Kurt Koffka
      • Banyak menulis buku atau jurnal tentang psikologi gestalt
      • konsep memory traces
    • Wolfgang Kohler
      • Banyak melakukan eksperimen
      • Penelitian pada simpanse
      • Konsep intelligent behavior, insight
      • Konsep Trial - error vs a ha erlebnis 

3 komentar: